Hoaks Video Gus Miftah Bagikan Bantuan sebagai Permintaan Maaf
Buntut kejadian tersebut, Miftah pun turut menjadi sasaran narasi miring. Pada Selasa (11/12/2024) misalnya, mencuat sebuah postingan TikTok yang diunggah oleh akun bernama “gusmifta_new” (arsip) dengan narasi Miftah bagi-bagi bantuan.
Bantuan itu disebut sebagai upaya mengurangi kesalahannya. Klip berdurasi 22 detik ini menampilkan video Gus Miftah sedang berada di depan bangunan seperti Istana Negara mengenakan pakaian formal serta kopiah hitam.
PERIKSA FAKTA Hoaks Video Gus Miftah Bagikan Bantuan sebagai Permintaan Maaf.
Video tersebut juga dibubuhi narasi dalam bentuk teks, berbunyi “semoga Tuhan mengampuni setiap kesalahan yang tidak sengaja kita perbuat dan di ampuni dosa dosa kita.”
Belum ada 24 jam tersebar di TikTok, per Rabu (11/12/2024), unggahan tersebut telah memperoleh 4.586 tanda suka, 1.122 komentar, dan 2.259 kali dibagikan warganet. Meski di kolom komentar kebanyakan warganet menyampaikan harapan untuk bisa dibantu, ada pula yang skeptis dan menyatakan kalau video ini hasil editan.
Klip senada juga ditemukan diunggah oleh akun TikTok lain, seperti bisa dilihat di sini.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Penelusuran Fakta
Setelah menyaksikan video secara utuh, Tim Riset Tirto mencoba mengunjungi profil akun pengunggah. Akun itu terlihat tak memasang foto profil apapun dan memiliki 2.712 pengikut hingga Rabu (11/12/2024).
Tirto lalu mencari akun TikTok asli Gus Miftah dan mendapati akun dengan nama “gusmiftahofficial” dengan pengikut sebanyak 31 ribu orang per Rabu (11/12/2024). Dalam bionya akun itu mencantumkan keterangan bahwa akun ini resmi milik Miftah. Tak seperti klip yang beredar, saat menyisir unggahannya, Tirto tak menjumpai adanya informasi soal Miftah bagi-bagi bantuan.
Video terakhir yang diunggah akun asli Miftah yakni rekaman dirinya memborong jajanan di rutinan Malam Ahad Pahing di lingkungan pondok miliknya, PonPes Ora Aji. Klip ini diunggah pada Selasa (3/12/2024).
Selanjutnya,Tirto melakukan penelusuran dengan memasukkan tangkapan layar video ke Google Lens, untuk mengecek konteks potret Miftah saat mengenakan jas hitam.
Hasilnya, kami menemukan beberapa artikel dengan header foto identik, salah satunya laporan Merdekayang terbit pada Selasa (22/10/2024).
Alih-alih melaporkan soal Miftah bagi-bagi bantuan, artikel itu berisi tentang pelantikan Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
“Soal kerukunan di Indonesia itu menarik dan merupakan isu krusial. Negara kita memiliki begitu banyak perbedaan, dengan 17.000 pulau, 1.700 suku bangsa, 736 bahasa, dan 6 agama,” ungkap Gus Miftah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Tim Riset Tirto memang melihat adanya indikasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada suara yang digunakan dalam video Gus Miftah di atas.
Untuk memverifikasi hal tersebut, maka kami mencoba menelusuri lebih lanjut lewat situs deteksi AI, Hive Moderation. Setelah memasukkan potongan audio ke mesin deteksi itu, kami menemukan bahwa audio yang diklaim sebagai suara Gus Miftah memiliki 99,7 persen kemungkinan dibuat menggunakan AI.
Gus Miftah diketahui telah meminta maaf kepada penjual es teh yang bersangkutan, bernama Sunhaji. Ia pun dilaporkan memberikan sejumlah uang ke Sunhaji dan menjanjikan akan mengadakan acara pengajian di tempat tinggal Sunhaji pada 17 Desember 2024.
Dilansir Detikdan Liputan6, Sunhaji pun dibanjiri dukungan oleh masyarakat Indonesia pasca kasus viral Gus Miftah saat mengisi acara selawatan di Magelang pada Senin (25/11/2024). Mulai dari umrah gratis dari Uztaz Fakhrurrazi Anshar, donasi dari warganet Indonesia, hingga uang tunai Rp100 juta dari konten kreator, Willie Salim.
Akan tetapi, Tirtotidak menemukan adanya pemberitaan dari media kredibel terkait Gus Miftah membagikan bantuan pribadi lewat TikTok untuk mengurangi rasa kesalahannya seperti yang disebutkan pada unggahan di atas. Kami juga tidak menemukan informasi yang mengonfirmasi di akun Instagram resmi milik Gus Miftah.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, unggahan media sosial berupa video Miftah Maulana Habiburrahman bagi-bagi bantuan untuk mengurangi kesalahannya merupakan hasil buatan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Hasil penelusuran menggunakan situs deteksi AI, Hive Moderation, menunjukkan audio yang diklaim sebagai suara Gus Miftah memiliki 99,7 persen kemungkinan dibuat oleh AI.
Akun TikTok tersebut juga bukan merupakan akun resmi dari Gus Miftah. Tirto tidak menemukan adanya informasi yang mengonfirmasi terkait klaim tersebut, baik pada media kredibel ataupun akun Instagram dan TikTok resmi Gus Miftah.
Dengan demikian, video Gus Miftah bagi-bagi bantuan untuk mengurangi kesalahannya setelah ia viral terkait kasus penghinaan kepada pedagang es teh bersifat altered videoatau video yang dimanipulasi.
==
Bissam Asadi berkontribusi terhadap penulisan artikel periksa fakta ini.
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email [email protected].
saya ingin berkomentar
- kirim
Komentar Terbaru(0)
- tidak ada komentar
OLXTOTO menyarankan
- 2025-01-24 14:27:22Trump Akan Hadapi Vonis Kasus Uang Tutup Mulut Sebelum Dilantik
- 2025-01-24 14:27:22Sebanyak 211 PMI Bermasalah Dipulangkan dari Arab Saudi
- 2025-01-24 14:27:22Mendikdasmen Jamin Tak Ada Gap usai Ada Sekolah Unggulan Garuda
- 2025-01-24 14:27:22Projo Bantah Jokowi Temui Sultan HB X untuk Mediasi Bertemu Mega
- 2025-01-24 14:27:22PCO Yakin Kasus Mendikti Satryo Selesai Lewat Dialog Internal
- 2025-01-24 14:27:22Nasib Blokir Tiktok di AS Berada di Tangan Donald Trump
- 2025-01-24 14:27:22KKP Segel Pagar Laut di Tarumajaya Bekasi
- 2025-01-24 14:27:22KPK Tahan 1 Tersangka Kasus Korupsi Investasi PT Taspen
- 2025-01-24 14:27:22Eks Penyidik Ngaku Sempat Ditanya KPK soal Keterlibatan Yasonna
- 2025-01-24 14:27:22Stikom Bandung Batalkan Kelulusan & Tarik Ijazah 233 Mahasiswa
Peristiwa Panas
- 2025-01-24 14:27:22Apa Beda Perundungan di Pesantren dan Sekolah Swasta?
- 2025-01-24 14:27:22OJK Dorong Perusahaan Properti IPO Dukung Program 3 Juta Rumah
- 2025-01-24 14:27:22Pemerintah akan Memperketat Kualitas Makanan di Program MBG
- 2025-01-24 14:27:225 Orang Jadi Tersangka Bentrok Ormas GRIB dan Pemuda Pancasila
- 2025-01-24 14:27:22Shortfall Pajak 2024 Jadi Alarm Capai Target Penerimaan 2025
- 2025-01-24 14:27:2216 Orang Tewas akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Los Angeles
- 2025-01-24 14:27:22KPK Periksa Ketua Gapensi Semarang di Kasus Korupsi Pemkot
- 2025-01-24 14:27:22Kemenag Imbau Warga Waspadai Loker Bodong Petugas Haji 2025
- 2025-01-24 14:27:22Dua Teks Proklamasi Lahir pada 17 Agustus 1945 Dini Hari
- 2025-01-24 14:27:22Nasib Petani Terhimpit Kebijakan Pembatasan Ekspor Limbah Sawit
Hotspot Terbaru
- 2025-01-24 14:27:22Jejak Bahasa Jawa Kuno dalam Prasasti dan Naskah Urang Sunda
- 2025-01-24 14:27:22Ratusan Guru Honorer Geruduk DPRD Jabar Tuntut Kepastian Status
- 2025-01-24 14:27:22BGN Minta Sekolah Koordinasi dengan SPPG untuk Menu Siswa
- 2025-01-24 14:27:22Hakim MK Koreksi Frasa Penggelembungan Suara: Kondom Juga Bisa
- 2025-01-24 14:27:22Basuki Sebut Tower ASN di IKN Rampung Maret 2025
- 2025-01-24 14:27:22Komdigi: Rudi Valinka Lolos Background Check Sebelum Dilantik
- 2025-01-24 14:27:22Polri Tindak 105.475 Kasus Kekerasan Perempuan & Anak sejak 2020
- 2025-01-24 14:27:22Imigrasi Bakal Deportasi WNA Arab Pemukul Marbut Masjid di Bogor
- 2025-01-24 14:27:22Kemendikti Berpeluang Terapkan Skema Ini soal Tukin Dosen
- 2025-01-24 14:27:22DJP Sebut Revisi PMK soal DPP Nilai Lain agar Beban PPN Tak Naik