“Jadi pikiran Presiden Prabowo untuk bikin makanan bergizi itu kalau ada yang kritik-kritik, sebenarnya jangan cepat-cepat kritik, tunggu, lihat dulu. Kita ini kadang-kadang sok tahu, padahal waktu dia pejabat, dia juga maling juga,” kata Luhut dalam acara 'Semangat Awal Tahun 2025' yang digelar IDN Times, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/1/2025).
Menurut Luhut, sebaiknya semua pihak melihat dampak positif dari adanya program ini terhadap kalangan ekonomi menengah ke bawah. Oleh karenanya, dia meminta agar masyarakat bersabar dan menunggu program ini berjalan lebih lama.
“Itu nanti akan terjadi perputaran ekonomi di desa itu harus beli ayam, telur dan sebagainya. Ini yang disebut Prof. Mubyarto dari UGM, Ekonomi Pancasila. Tanpa kita sadari, kita mulai implementasi apa itu Ekonomi Pancasila. Itu bagus jadi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kita juga," sambungnya.
Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi era Presiden Joko Widodo ini juga mengatakan dalam 10 tahun terakhir perputaran dana desa di Indonesia mencapai Rp1,1 miliar.
Adapun, dengan adanya program makan bergizi juga dengan rencana penerapan Government Technology (GovTech), perputaran dana di desa dapat mencapai Rp9 miliar.
"Sekarang ada MBG, kita mau bikin GovTech membuat lebih tertata dengan lebih baik. Kami hitung-hitung ada dana berputar di desa Rp8 hingga Rp9 miliar. Ini angka yang besar," kata Luhut.
Baca juga:
- Ada Aspek Rawan, Jangan Gegabah Pakai Dana Zakat untuk MBG
- Pratikno Akui Penyaluran Makan Bergizi Gratis Belum Merata
- Luhut Yakin Core Tax Berperan Penting dalam Reformasi Perpajakan